
Matanya bulat, kecil dan mengkilap. Dia memiliki telinga yang pendek di kiri dan kanan atas kepalanya. Dengan bahu kuat dan tubuh elastis, dia mampu menerobos lubang kecil. Dia juga dikenal sebagai penggali lubang yang ahli dan efisien.Tubuh mungilnya yang diselimuti bulu membuat orang sering menyebut dirinya sebagai tikus.
“Hamster adalah hamster, bukan tikus atau marmut,” kata Widjaja Taslim, penggemar hamster di Jakarta. Widjaja merasa perlu menegaskan hal tersebut karena kebanyakan penggemar satwa menganggap hamster sebagai tikus atau marmut. Padahal, bila dilihat dari ciri fisiknya hamster sama sekali berbeda dengan kedua jenis satwa tersebut. “Coba perhatikan waktu tikus makan. Dia punya daya makan yang rakus, seolah-olah semua makanan harus dihabiskan,” tutur Widjaja menjelaskan. Hamster tak punya perilaku rakus seperti tikus. Dia hanya makan ransum seperlunya saja. Tak jarang, di tempat pakannya terlihat makanan yang masih bertumpuk. Lagipula, tikus memiliki ekor yang panjang, sedang hamster hanya punya tulang ekor. Lantaran panjang ekor hamster tak sampai setengah panjang tubuh, orang seringkali menyatakan hamster tak punya ekor.